Two American men were on a plane on a business trip when a Muslim couple boarded the plane and were seated right in front of them.
The two men, eager to have some fun, started talking loudly.
Man #1 - "My boss is sending me to Saudi Arabia", the one said, "But I don't want to go...too many Muslims there!"
The Muslim couple noticeably heard and grew uncomfortable. The other guy laughed and said,
Man #2 - "Oh, yeah, my boss wanted to send me to Pakistan but I refused...WAY too many Muslims!"
Smiling, the first man said,
Man #1 - "One time, I was in Iran but I HATED the fact that there were so many Muslims!"
The muslim couple fidgeted. The other guy responded,
Man #2 - "Oh, yeah...you can't go ANYWHERE to get away from them...the last time I was in FRANCE I ran into a bunch of them too!"
The first guy was laughing hysterically as he added,
Man #1 - "That is why you'll never see me in Indonesia... WAY too many Muslims!"
At this, the Muslim man turned around and responded politely,
Muslim Man - "Why don't you go to Hell?", he asked, "I heard there's NO Muslim THERE!"
asy-Syu'araa' ayat 88 & 89 “Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun, [88] “Kecuali (harta benda dan anak-pinak) orang-orang yang datang mengadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera (dari syirik dan penyakit munafik); [89]
Sunday, March 7, 2010
Saturday, February 20, 2010
Alkisah..
Disuatu kawasan pedalaman di Kedah, seorang penternak yang mempunyai
ladang ternak yang luas dan berjaya telah meninggal dunia dengan
meninggalkan seorang balu yang masih muda dan cantik, namanya Minah.
Minah membuat keputusan untuk meneruskan kerjaya suaminya dengan
mengambil alih ladang ternakan tersebut, tetapi dia tidak mempunyai
kemahiran yang cukup untuk mengendalikan ladangnya.
Jadi dia pun membuat keputusan untuk mengiklankan di dalam akhbar untuk
mencari seorang pembantu yang akan mengerjakan ladang ternaknya dengan
menawarkan gaji dan sebuah bilik di rumahnya sebagai tempat kediaman
memandangkan ladang yang dimaksudkan hanya berada di belakang rumahnya.
Selang beberapa hari kemudian ada dua orang pemuda yang memohon
pekerjaan tersebut. Seorang pondan, dan seorang kaki mabuk.
Memandangkan tiada sesiapa lagi yang memohon jawatan tersebut selain
dari dua orang pemuda tadi, Minah terpaksa memilih salah seorang dari
mereka.
Setelah menimbangkan semasak-masaknya, Minah memilih si pondan bernama
Leman untuk bekerja dengannya, dengan anggapan bahawa dia berasa lebih
selamat tinggal bersama seorang pondan daripada tinggal dengan seorang
pemabuk.
Minggu demi
minggu berlalu. Leman telah melakukan tugasnya dengan penuh tekun dan
rajin. Leman kerap kali menghabiskan waktunya sehingga malam untuk
membuat kerja-kerja di ladang ternakan. Ladangnya menjadi semakin
berjaya dan ternakan semakin banyak membiak dan sihat-sihat belaka.
Gembiralah si Minah ni tadi.
Kerana ingin menghargai
kerajinan si Leman ni, Minah pun berkata kepada Leman, "Leman, kau telah
melakukan kerja dengan baik dan ladang ternakan pun kulihat semakin
bagus, kau sepatutnya ambil cuti pergi ke pekan berjalan-jalan untuk
melegakan tekanan kerja..." Gembiralah Leman, dan pada suatu malam
minggu, dia pun pergi ke pekan.
Sampailah ke tengah
malam, Leman tak pulang-pulang ke rumah. Pukul 1 tak pulang, pukul 2 tak
pulang. Pukul 2.30 pagi barulah Leman pulang kerumah.. Sampai ke rumah,
di dapati Minah sedang menunggunya sambil duduk di sofa berhampiran
unggun api.
"Buka butang bajuku dan tanggalkannya." Kata Minah.
Leman dengan tangan yang terketar-ketar dan perasaan yang terkejut,
melakukan apa yang diarahkan.
"Sekarang, buka kasut but ku."
Leman buat, perlahan sekali.
"Buka, setokin ku.."
Dia buat juga.
"Sekarang, buka skirt ku."
Dia buat juga.
"Sekarang buka coliku."
Dengan tangan yang menggigil, dia buat apa yang disuruh.
"Sekarang....buka seluar dalamku..."
Dengan perlahan, dia melucutkannya ke bawah dan menanggalkannya.
Kemudian, Minah pun memandang Leman, sambil berkata...
"Sekali lagi kau pergi pekan dengan memakai pakaian aku, aku pecat kau on the spot."
Ekekekek... apa yg engkorang pikir haaa?
ISH..ISH...
ladang ternak yang luas dan berjaya telah meninggal dunia dengan
meninggalkan seorang balu yang masih muda dan cantik, namanya Minah.
Minah membuat keputusan untuk meneruskan kerjaya suaminya dengan
mengambil alih ladang ternakan tersebut, tetapi dia tidak mempunyai
kemahiran yang cukup untuk mengendalikan ladangnya.
Jadi dia pun membuat keputusan untuk mengiklankan di dalam akhbar untuk
mencari seorang pembantu yang akan mengerjakan ladang ternaknya dengan
menawarkan gaji dan sebuah bilik di rumahnya sebagai tempat kediaman
memandangkan ladang yang dimaksudkan hanya berada di belakang rumahnya.
Selang beberapa hari kemudian ada dua orang pemuda yang memohon
pekerjaan tersebut. Seorang pondan, dan seorang kaki mabuk.
Memandangkan tiada sesiapa lagi yang memohon jawatan tersebut selain
dari dua orang pemuda tadi, Minah terpaksa memilih salah seorang dari
mereka.
Setelah menimbangkan semasak-masaknya, Minah memilih si pondan bernama
Leman untuk bekerja dengannya, dengan anggapan bahawa dia berasa lebih
selamat tinggal bersama seorang pondan daripada tinggal dengan seorang
pemabuk.
Minggu demi
minggu berlalu. Leman telah melakukan tugasnya dengan penuh tekun dan
rajin. Leman kerap kali menghabiskan waktunya sehingga malam untuk
membuat kerja-kerja di ladang ternakan. Ladangnya menjadi semakin
berjaya dan ternakan semakin banyak membiak dan sihat-sihat belaka.
Gembiralah si Minah ni tadi.
Kerana ingin menghargai
kerajinan si Leman ni, Minah pun berkata kepada Leman, "Leman, kau telah
melakukan kerja dengan baik dan ladang ternakan pun kulihat semakin
bagus, kau sepatutnya ambil cuti pergi ke pekan berjalan-jalan untuk
melegakan tekanan kerja..." Gembiralah Leman, dan pada suatu malam
minggu, dia pun pergi ke pekan.
Sampailah ke tengah
malam, Leman tak pulang-pulang ke rumah. Pukul 1 tak pulang, pukul 2 tak
pulang. Pukul 2.30 pagi barulah Leman pulang kerumah.. Sampai ke rumah,
di dapati Minah sedang menunggunya sambil duduk di sofa berhampiran
unggun api.
"Buka butang bajuku dan tanggalkannya." Kata Minah.
Leman dengan tangan yang terketar-ketar dan perasaan yang terkejut,
melakukan apa yang diarahkan.
"Sekarang, buka kasut but ku."
Leman buat, perlahan sekali.
"Buka, setokin ku.."
Dia buat juga.
"Sekarang, buka skirt ku."
Dia buat juga.
"Sekarang buka coliku."
Dengan tangan yang menggigil, dia buat apa yang disuruh.
"Sekarang....buka seluar dalamku..."
Dengan perlahan, dia melucutkannya ke bawah dan menanggalkannya.
Kemudian, Minah pun memandang Leman, sambil berkata...
"Sekali lagi kau pergi pekan dengan memakai pakaian aku, aku pecat kau on the spot."
Ekekekek... apa yg engkorang pikir haaa?
ISH..ISH...
Tuesday, December 29, 2009
Why Women Cry
A little boy asked his mother, "Why are you crying?" "Because I'm a
woman," she told him.
"I don't understand," he said. His Mom just hugged him and said, "And
you never will."
Later the little boy asked his father, "Why does mother seem to cry for
no
reason?"
"All women cry for no reason," was all his dad could say.
The little boy grew up and became a man, still wondering why women cry.
Finally he put in a call to God. When God got on the phone, he asked,
"God, why do women cry so easily?"
God said:
"When I made the woman she had to be special.
I made her shoulders strong enough to carry the weight of the world,
yet gentle enough to give comfort.
I gave her an inner strength to endure childbirth and the rejection
that many times comes from her children.
I gave her a hardness that allows her to keep going when everyone else
gives up, and take care of her family through sickness and fatigue
without
complaining.
I gave her the sensitivity to love her children under any and all
circumstances, even when her child has hurt her very badly.
I gave her strength to carry he! r husband through his faults and
fashioned
her from his rib to protect his heart.
I gave her wisdom to know that a good husband never hurts his wife,
but sometimes tests her strengths and her resolve to stand beside him
unfalteringly.
And finally, I gave her a tear to shed. This is hers exclusively to
use whenever it is needed."
"You see my son," said God, "the beauty of a woman is not in the
clothes she wears, the figure that she carries, or the way she combs her
hair.
The beauty of a woman must be seen in her eyes, because that is the
doorway to her heart - the place where love resides."
Please send this to five beautiful women you know today. You will boost
another woman's self-esteem! Send it to every man, so he can understand!
woman," she told him.
"I don't understand," he said. His Mom just hugged him and said, "And
you never will."
Later the little boy asked his father, "Why does mother seem to cry for
no
reason?"
"All women cry for no reason," was all his dad could say.
The little boy grew up and became a man, still wondering why women cry.
Finally he put in a call to God. When God got on the phone, he asked,
"God, why do women cry so easily?"
God said:
"When I made the woman she had to be special.
I made her shoulders strong enough to carry the weight of the world,
yet gentle enough to give comfort.
I gave her an inner strength to endure childbirth and the rejection
that many times comes from her children.
I gave her a hardness that allows her to keep going when everyone else
gives up, and take care of her family through sickness and fatigue
without
complaining.
I gave her the sensitivity to love her children under any and all
circumstances, even when her child has hurt her very badly.
I gave her strength to carry he! r husband through his faults and
fashioned
her from his rib to protect his heart.
I gave her wisdom to know that a good husband never hurts his wife,
but sometimes tests her strengths and her resolve to stand beside him
unfalteringly.
And finally, I gave her a tear to shed. This is hers exclusively to
use whenever it is needed."
"You see my son," said God, "the beauty of a woman is not in the
clothes she wears, the figure that she carries, or the way she combs her
hair.
The beauty of a woman must be seen in her eyes, because that is the
doorway to her heart - the place where love resides."
Please send this to five beautiful women you know today. You will boost
another woman's self-esteem! Send it to every man, so he can understand!
Subscribe to:
Posts (Atom)